Bukan Deja vu…

Terinspirasi puisi Master Li yang berjudul Kami Dipertemukan oleh Dua Layar Kaca. Lalu seusai ceting dengan seseorang akhirnya saya kembali terinspirasi berpuisi cinta.

Bukan puisi yang menyenangkan.
Cenderung menyedihkan bagi saya.


“ah, puisi ini ditambah gambar di atas. Benar-benar…seandainya…”

Mungkinkah di Antara Dua Dunia

Mungkin aku bukan yang terbaik
Mungkin aku bukan yang pantas
Mungkin aku bukan yang kau harap

Memang kita berbeda dunia
Ku tak pernah pahami duniamu
Kau tak pernah pahami duniaku
Kita berbeda dunia
Tapi kita dipertemukan oleh ikon
Kita mempererat dengan kata-kata
Kita tak pernah bersuara

Akankah ku masuk ke duniamu?
Atau kau akan masuk ke duniaku
Aku tidak bisa masuk ke duniamu
Kau tak paham duniaku
Seperti diriku yang tidak memahamimu

Kita berbeda dunia
Kita berbeda
Kita jauh
Aku menangis
Aku mencinta
Aku ingin di dekatmu

Bisakah kita berdiri antara dua dunia
Antara dunia rasionalmu
Antara dunia irasionalku
Adakah pembatas
Agar kubisa meletakkan perihku
Agar bisa kusandarkan tubuhku yang pedih
Agar kau bisa genggam diriku
Agar kau bisa peluk diriku
Agar kita rasakan hangat bersama?

Dua dunia yang dingin
Akankah bertemu
Akankah cintaku bertemu
Di duniamu yang tak kupahami
Akankah kau lihat secercah cahaya
Di dunia gelapku

Antara dua dunia
Tak adakah pembatas?
Yang pertemukan kita berdua
Yang satukan kita berdua
Apakah kita bisa berdampingan
Dengan dua dunia
Dua dunia yang jauh berbeda
Akankah cinta menjadi jembatan?


Asal tahu saja…ng?

  • Ini memang curehatTM online.
  • Gambar didapat dari hasil googling.

19 Tanggapan ke “Bukan Deja vu…”


  1. 1 Death Berry Ille-Bellisima Juni 16, 2007 pukul 9:50 am

    Hmmm….curehat™…?

    Ah, asaku untuk membuat puisi cinta sudah lama hilang… :-|

  2. 2 Ash Juni 16, 2007 pukul 1:27 pm

    Nas…

    Kalau dilihat dari segi sastra dan gaya bahasa sih bagus. Rapih dan testruktur, maknanya juga gampang ditangkep…

    Nah itu dia masalahnya, maknanya adalah, terlihat seperti anda yg sedang curhat! seperti putus asa karena tidak bisa mendapatkan si ‘dia’ (hm.. siapa ‘dia’ yg dimaksud? saya juga gak tau –a)

  3. 3 Master Li Juni 16, 2007 pukul 4:45 pm

    Jangan buat saya sedih, Tuanku. :cry:

    …saya jadi kehilangan semangat sesaat. :(

  4. 4 divineangel Juni 16, 2007 pukul 8:11 pm

    ha? Kenapa sedih, Guruku?

    Saya hanya ingin bersedih sendiri. baidewei menurut saya memilih gambarnya tepat juga.

  5. 5 Master Li Juni 16, 2007 pukul 8:18 pm

    Haaa… Lupakan. Mungkin cuma kesedihan sesaat.

    Gambar mencerminkan lebih dari seribu kata, Tuanku. :mrgreen:

  6. 6 Nadira Juni 16, 2007 pukul 8:20 pm

    bagus nas.
    great poetry.
    tpi kok sedih ya.
    kyk curhat.
    hhe.

  7. 7 divineangel Juni 16, 2007 pukul 8:22 pm

    Tapi di kenyataan posisinya harus ditukar. Habis sepertinya ‘dia’ lebih jantan dari saya.

  8. 8 Fare Juni 16, 2007 pukul 9:11 pm

    He? Ini puisi ke ‘dia’ yang mana? Oh! Yang itu kan… Ok-ok..

    Sangat menjiwai, Nas. Bagus!

  9. 9 saRa Juni 16, 2007 pukul 9:19 pm

    hik hik
    syaorannya cakep amat,,
    *ngelap air mata* :cry:
    puisinya juga bagus,, ’sarat’ akan cinta,,
    haha :D

  10. 10 divineangel Juni 16, 2007 pukul 9:29 pm

    Ah, terima kasih. *ada pengunjung baru harus disapa.

  11. 11 Ma!!! Juni 16, 2007 pukul 9:30 pm

    itu adek Ma lhoo,,

    maniak Syaoran,,

    hehehe,, OOT!

  12. 12 saRa Juni 16, 2007 pukul 10:16 pm

    hoho,, sama2, hanya mengungkapkan kesan saja,,
    ga usah dengerin kk Ma,,
    Sara ga maniak Syaoran koq,, cuma cinta saja,,
    hahaha :lol: *ikut2an OOT deh*

  13. 13 Xaliber von Reginhild Juni 17, 2007 pukul 12:41 am

    Puisi yang bagus.
    Tapi, mirip komentar dari Ash dan Death Berry, mirip curehat™.

    Baidewai, bukankah harusnya Deja vu?

  14. 14 D.A. Juni 18, 2007 pukul 9:34 pm

    Thx pemberitahuannya. Bukannya mirip, tapi memang itu maksudnya…

    Bagus? Baru kali ini Anda punya selera… :lol:

  15. 15 Xaliber von Reginhild Juni 18, 2007 pukul 10:06 pm

    Selera..? Tentu harus punya, kalau tak ada selera tak bisa makan.

  16. 16 D.A. Juni 19, 2007 pukul 6:39 pm

    Bukannya robot tidak punya rasa cinta. :lol:

  17. 17 Xaliber von Reginhild Juni 19, 2007 pukul 8:05 pm

    Robot pun punya jika diprogram. :twisted:

    …begitulah. :mrgreen:


  1. 1 Omong Kosong Yang Benar-benar Kosong « Deathlock Lacak balik pada Juni 18, 2007 pukul 11:51 pm
  2. 2 Puisi dadakan « Sweet Lemon Tea on an Empty Table Lacak balik pada Juli 12, 2007 pukul 11:01 pm

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.




Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.