3G: Sebuah Pengertian tentang Kebodohan

Apa sih definisi 3G? Fasilitas yang sedang heboh diumbar oleh penyedia jasa layanan selular di Indonesia belakangan ini.

Tapi 3G yang akan saya ceritakan di sini lain. Bukan promosi, bukan sulap. Tapi cuma cerita konyol yang terjadi di sekitar saya beberapa hari yang lalu. :D

berantem?
ada kaitannya dengan dua biji OS ini…sedikit


Jadi ceritanya hari Minggu kemarin (4/10) saya lagi jalan-jalan ke Mal Kelapa Gading. Bukan sesuatu yang direncanakan, kebetulan saja kepikiran untuk ke toko game. Tidak penting lah!

Langsung ke inti ceritanya saja. Ketika semua urusan sudah selesai (saya tidak jadi ke toko game, sih) rame-rame kita semua mau beli minuman dulu sebelum pulang. Semuanya setuju untuk membeli minuman di Bengawan Solo. Sekedar informasi buat yang akrab dengan gedung ajaib di Kelapa Gading, kita memilih Bengsol yang di dekat bioskop XXI.

Jadilah kita semua memesan minuman masing-masing. Awal rencana kita cuma mau menunggu minumannya jadi lalu langsung pergi. Tapi entah kenapa jadi duduk-duduk dulu sebentar. Ketika duduk-duduk inilah saya melihat sebuah hal yang menakjubkan.

Mengambil tempat duduk. Namany mencari tempat tentu saja mata harus jelalatan keliling tempat mencari tempat yang kosong sekali wuenak tenan. Selagi jelalatan itu mata saya tertuju pada segerombolan muda-mudi yang (tampaknya) sedang belajar kelompok.

Gimana ga kelihatan seperti belajar? Dua biji laptop hadap-hadapan di meja. Empat orang ngerubungin laptop sambil memegang buku setebal beberapa centimeter dan buku catatan dengan coretan awut-awutan entah apa isinya. Dari dua laptop ada di meja, salah satunya menarik perhatian saya sejak awal. Secara posisi layarnya pas banget buat dipandang mata saya (ya, saya mengambil kursi tepat di belakang mereka). Tambah lagi laptopnya itu loh….MacBook men… Impian sangat.

Sudahlah… Nah, di posisi itulah saya bisa melihat semua pekerjaan yang dilakukan sang pengguna laptop. Tanpa ketahuan (sepertinya) juga saya menghina-dina tindak-tinduk orang itu bersama kakak saya yang juga melihatnya.

Awalnya sih wajar. Saya cuma niat intip-intip kata-kata romantis apa yang bakal dipakai orang yang saya sangka belajar itu. Saya ambil kesimpulan kartu ucapan karena kalau mata saya ga ketinggalan di kasir saya melihat ada foto pribadi sepasang kekasih.

Pikiran pertama (10% setan): Sialan nih orang. Bikin iri aja mejeng-mejeng fotonya begitu.

Sudahlah… Tak berapa lama foto yang membuat saya sirik-burik itu tertutup oleh sebuah window. Sebuah jendela yang mbikin saya agak tercengang juga, jendela mbikin wordart. Wordart loh saudara-saudara…

Kalau masalah wordart sih… Mungkin bakal dicaci-maki sama para dewa-dewi desain grafis dan mahaguru presentasi powerpoint. Meskipun pada akhirnya jatuh pada pilihan pribadi, siapa tahu dia cukup gaptek sampe-sampe tidak tahu ada aplikasi standar yang namanya paint. Masalahnya kedua di masalah bahasa.

Sepele. Cukup sepele karena dia menulis kata ‘cozy’ dengan ejaan ‘couzy’. Entah apa yang ada di pikirannya. Tapi untung dia tidak jadi menggunakan kata itu.

Kebodohan berikutnya (yang akan mengakhiri cerita saya, akhirnya…) Masalha warna.

Sudahlah… Makin lama makin tidak jelas.
Baiklah…coba deh saya buat poin-poin kebodohan yang saya rasakan.

1. Menggunakan Wordart
85% bodoh. Kenapa? Entah di mau bikin kartu ucapan, poster promosi. Tapi tolong deh. Sebodoh-bodohnya tolong dong. Stop menggunakan Wordart, mana berasa jenius amat lagih. (Ketika memilih Wordart terasa aura-aura menimbang-nimbang yang kuat). Memang sih ini pribadi…tapi apa mata tidak capek melihat Wordart?

2.Menggunakan warna yang “aduhai”
50% bodoh. Soal komposisi warna mungkin memang perlu kemampuan bak artisan untuk menemukan yang pas, efektif, sekaligus berkarakter. Tapi apalah jadinya kalau warna kuning digunakan untuk warna teks judul (wordart) yang berfont kurus di atas background berwarna putih bersih? Sementara di tengah halaman bisa ditemui wordart lain berwarna hijau tentara? Agaknya sih yaa….kecelakaan tuh. Tambah lagi kalo buat kartu ucapan buat seorang yang terkasihi. (mungkin dia mau ke medan perang kali)

3.Menggunakan Microsoft Office Word
100% bodoh!!! WTF??!!Tolong dong??!! Anda mau bikin CV apa mau bikin kartu ucapan? Masak pake Ms Word. Mbok ya seminimalnya pake Powerpoint deh. Atau kalo enggak Paint lah!Masak bikin kartu pake Word, mana pake layout portrait lagi! Aduh mak…

4.Menggunakan … di … tapi memakai … yang berbentuk ….
Apa ini? Kok disensor? Bukan disensor, cuma dikurangi informasinya. Biar pas cerita bisa jadi serprais. Beginilah kebodohannya yang paling mendasar.
Tadi saya bilang laptopnya itu MacBook. Cuma perlu diketahui kalau dia itu tidak memakai Mac OS, tapi pakainya WinXP. Terus kenapa? Mungkin bisa saja dia mbutuh spesifikasi yang kuat tapi tidak mengerti menggunakan Mac OS. (kalau begitu masa ga ngerti Potosop atau Corel?). Cuman kok ya udah pakeMacBook ber-OS WinXp kok ya pake theme yang bergaya Mac? Niatnya pa sih?

Kesimpulan saya sih…. Bagini nih namanya anak muda 3G di masa 3G. Tapi bukan 3G dalam artian melek teknologi. Tapi 3G yang kepanjangannya:

[Ga] kaya, Gaul, Goblok (bisa diganti Gaptek juga…variasi lah)

Beginila jadinya… Ada orang berduit, pengen gaya. Tapi goblok…

13 Tanggapan ke “3G: Sebuah Pengertian tentang Kebodohan”


  1. 1 Xaliber von Reginhild November 8, 2007 pukul 11:48 pm

    IMO, masih untung membuat sendiri daripada plagiat… :)
    WordArt kayaknya masih bisa jadi solusi yang efektif dan sederhana kok buat yang baru mulai. Pendidikan komputer kan belum begitu merata. :?

    Kalau variasi warna… yah, kalau soal ini ada teori sosialnya, yang mana mungkin bisa diterapkan disini. “Kalangan atas” biasanya memilih warna model yang terkesan eksklusif dan elegan, contoh sederhananya adalah warna hitam dan abu-abu. Sementara, “kalangan menengah ke bawah” cenderung memilih kombinasi warna yang mencolok dan kontras.

    Mungkin bisa diaplikasikan dalam hal pembelajaran teknologi. Namanya juga masih dalam proses pembelajaran. ;)

  2. 2 Lemon S. Sile November 9, 2007 pukul 12:02 am

    @Xaliber:
    Sebenernya masalah utamanya adalah… “Goblok kok somgong….”

  3. 3 Xaliber von Reginhild November 9, 2007 pukul 12:09 am

    Sombong gimana? Maksudnya pas ada “aura”nya? :P

  4. 4 Uchiha Miyu November 24, 2007 pukul 11:04 pm

    Anu… Miyu malahan ingin belajar wordart… untuk dekorasi mading…

    *siap2 mau nangis*

  5. 5 Lemon S. Sile November 25, 2007 pukul 12:22 am

    err…. mau belajar potosop?

  6. 6 Xaliber von Reginhild November 25, 2007 pukul 5:20 pm

    Adobe Photoshop For the Win. :P

    Tapi terkadang Word-Art bisa berguna kalau untuk hal-hal yang sederhana dan praktis.

  7. 7 dilnyo November 25, 2007 pukul 7:40 pm

    emang…orang kok ya goblok pisan yak?

  8. 8 Uchiha Miyu November 25, 2007 pukul 8:18 pm

    Ah… baru sadar word art apa yang di maksud… -_-

    yang ini kan? http://en.wikipedia.org/wiki/Wordart

    cape de..

    kirain kayak model tulisan2 paragraf2 di ksh warna2 beda sampe jd kyk gambar.

    photoshop mah udh bisa *ngakak guling2*

    sorry for the misunderstanding. :D

    *jd malu…*

  9. 9 Lemon S. Sile November 26, 2007 pukul 12:08 am

    Misanderstending adalah yang membentuk kehidupan, don’t sweat it…

    Kalo itu sih kayaknya lebih enak disebut characterart, IMO.

    @Xaliber:
    Tapi bukan buat kartu ucapan…

  10. 10 Xaliber von Reginhild November 26, 2007 pukul 12:22 am

    Buat kover kliping aja, makanya. :P
    Simpel, cepat, praktis.

  11. 11 17406008 September 18, 2008 pukul 12:00 pm

    gatel ya, ngeliat orang ngedesain berantakan kayak gitu? gua juga…. makanya banyak teman2 yang kuliah mati2an di fsrd, buat bikin kesadaran mutu desain manusia Indonesia naik tingkat…. kecewa juga, ngeliat temen yang punya macbook mahal tapi desainnya gak maksimal… norak… nggak berkarya….

    lu juga punya mac kan? tuh, manfaatin semaksimal mungkin… kalo nggak bakal jadi norak kayak mereka… practice makes perfect

  12. 12 perduli Desember 28, 2008 pukul 1:51 pm

    waduh komentar kamu kelihatannya “berat banget”..g baek tuh ngomongin orang gtu..sirik itu sifat..kl kulit kotor bisa dibersihin, tp sifat jelek susaaaaaaah..g penting komen km..g ada guna..n buat yg dukung dan NGERASA pinter dengan komentar goblok, gaptek dll semoga bs lakuin yg lebih berguna drpd cm ngomong g berguna..wasalam maju Indonesia dengan tindakan bukan komentar


  1. 1 Internet, Immaturity, and Stupidity « Deathlock Lacak balik pada Desember 2, 2007 pukul 3:04 pm

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.




Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.