Aku tak tahu racun apa yang kau beri padaku. Tapi racuni aku!
Aku menyukai racun itu. Betapapun dalam kau meracuniku. Hingga kau dapat melihat ke dasar pikiranku, lanjutkan! Aku menyukai racun itu! Racuni aku!
Walau harus ku mati karenanya. Berikan kematian yang indah untukku. Dengan racun manis yang kau berikan padaku. Maka racuni aku terus! Aku tidak akan mati tidak dengan racun manismu. Biarkan kematian diberikan padaku. Berikan kematian padaku! Kau berikan padaku kematian dengan racunmu!
Walau kematian menemuiku di akhir, biarkan saja!
Karena aku mencintai racun itu. Walau kau benar-benar meracuniku. Biarkan! Biarkan racun itu menggerogotiku. Karena aku mencintai racun itu.
…I have a bad feeling about this.
Obi-Wan Kenobi himself said that.
Huff, entahlah.
Pertamax!
Yang saya tangkap, pertama, soal kartul. Karena Anda ngerjainnya terburu-buru, jadi mungkin beresiko ngga beres sama guru pembimbing.
Yang kedua, soal minat belajar. Berhubung Anda malas-malasan belajar Ilmu Alam — seperti yang tercantum pada entri sebelumnya — maka Anda rasa-rasanya khawatir soal UN.
Dan ini ada hubungannya sama minat pada sastra + filsafat ente.
Yang ketiga.
…
…
…
…ah, lupakan. I agree with Obi-Wan about this.
Hetrix, btw. Balas dendam kah? Entahlah.
Filsafat melulu bahasannya. Kapan pendidikan atau politik?
Keempax deh. Sekarang saya setuju dengan Anakin Skywalker. Reconsider what Obi-Wan have said to be a false truth… I pray so.
Fenomena apa ini? ……….. kok tidak sejalan dengan harapan-harapan di tahun baru 2008 ini?
Ayo …. capailah harapan-harapan positifmu.
Rokok kah…?
@TH:
Heheh, ini bisa macam-macam lho, Pak intepretasinya.
@Kopral:
Saya tidak merokok. Malahan alergi.
Lha, kenapa minta di racun?
racun cintaa~~
mati saja sana…
@qzink666:
Jreng! Pahami lah…racun kadang bisa enak kadang bisa enggak tapi semuanya (membawa pada) fana.
@saRe’:
ahoi~
@yarza:
mati=fana. saya makhluk imajiner.
wanita…racun dunia….:D