Racuni aku!

Aku tak tahu racun apa yang kau beri padaku. Tapi racuni aku!

Aku menyukai racun itu. Betapapun dalam kau meracuniku. Hingga kau dapat melihat ke dasar pikiranku, lanjutkan! Aku menyukai racun itu! Racuni aku!

Walau harus ku mati karenanya. Berikan kematian yang indah untukku. Dengan racun manis yang kau berikan padaku. Maka racuni aku terus! Aku tidak akan mati tidak dengan racun manismu. Biarkan kematian diberikan padaku. Berikan kematian padaku! Kau berikan padaku kematian dengan racunmu!

Walau kematian menemuiku di akhir, biarkan saja!

Karena aku mencintai racun itu. Walau kau benar-benar meracuniku. Biarkan! Biarkan racun itu menggerogotiku. Karena aku mencintai racun itu.

13 Tanggapan ke “Racuni aku!”


  1. 1 Xaliber von Reginhild Januari 3, 2008 pukul 1:16 am

    …I have a bad feeling about this. :?
    Obi-Wan Kenobi himself said that.

    Huff, entahlah.
    Pertamax!

  2. 2 Xaliber von Reginhild Januari 3, 2008 pukul 1:19 am

    Yang saya tangkap, pertama, soal kartul. Karena Anda ngerjainnya terburu-buru, jadi mungkin beresiko ngga beres sama guru pembimbing. :P

    Yang kedua, soal minat belajar. Berhubung Anda malas-malasan belajar Ilmu Alam — seperti yang tercantum pada entri sebelumnya — maka Anda rasa-rasanya khawatir soal UN. :? Dan ini ada hubungannya sama minat pada sastra + filsafat ente.

    Yang ketiga.



    …ah, lupakan. I agree with Obi-Wan about this.

  3. 3 Xaliber von Reginhild Januari 3, 2008 pukul 1:20 am

    Hetrix, btw. Balas dendam kah? Entahlah. :twisted:
    Filsafat melulu bahasannya. Kapan pendidikan atau politik?

  4. 4 Xaliber von Reginhild Januari 3, 2008 pukul 1:40 am

    Keempax deh. Sekarang saya setuju dengan Anakin Skywalker. Reconsider what Obi-Wan have said to be a false truth… I pray so. :?

  5. 5 TH Januari 3, 2008 pukul 7:58 am

    Fenomena apa ini? ……….. kok tidak sejalan dengan harapan-harapan di tahun baru 2008 ini?
    Ayo …. capailah harapan-harapan positifmu.

  6. 7 Lemon S. Sile Januari 3, 2008 pukul 4:59 pm

    @TH:
    Heheh, ini bisa macam-macam lho, Pak intepretasinya. :)

    @Kopral:
    Saya tidak merokok. Malahan alergi. :lol:

  7. 8 qzink666 Januari 3, 2008 pukul 7:46 pm

    Lha, kenapa minta di racun? :shock:

  8. 11 Lemon S. Sile Januari 4, 2008 pukul 9:29 pm

    @qzink666:
    Jreng! Pahami lah…racun kadang bisa enak kadang bisa enggak tapi semuanya (membawa pada) fana.

    @saRe’:
    ahoi~

    @yarza:
    mati=fana. saya makhluk imajiner. :)

  9. 12 cojones November 23, 2008 pukul 8:39 pm

    wanita…racun dunia….:D


  1. 1 Suatu Hal Yang Penting « Deathlock Lacak balik pada Maret 6, 2008 pukul 2:05 pm

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.




Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.