Bangsat

Bangsat itu nama hewan. Lantas kenapa? Hanya merasa kasihan dengan hewan itu, namanya dipakai untuk hal yang buruk. Tetapi apa si hewan yang meminta nama seperti itu. Kambing pernah salah sesuatu sampai-sampai ada sebutan kambing congek. Apa salahnya kalau si kambing tidak memperhatikan pidato karena toh di kambing, mana ngerti hal-hal begituan.

Siapa yang pintar akan menguasai dunia tetapi siapa yang menguasai dunia akan merusak dunia. Apa kesimpulannya siapa yang pintar akan merusak dunia
Tentunya akan ada gelombang protes bertanya kenapa yang pintar merusak dunia. Karena mereka pintar tentunya mereka akan merasa menjadi yang paling benar, karena pintar. Mereka yang bodoh salah karena mereka bodoh. Sederhana saja.

Siapa yang menguasai dunia akan mendapat kehendak atas dunia. Kehendaknya menjadi nasib dunia. Kehendaknya adalah nafsunya, nafsunya adalah sisi lainnya. Ketika kehendaknya mengubah dunia maka dunia akan rusak. Apa ini keputusan yang terlalu cepat? Memang.
Kerusakan hanya akan datang dari yang berilmu. Mereka yang bodoh tidak akan merusak karena mereka tidak tahu apa-apa. Karena ketidaktahuan mereka juga itulah ketakutan membuat mereka menjadi sempit. Mereka tidak berani melakukan sesuatu lebih jauh. Sedangkan mereka yang pintar akan dengan yakin melompat jauh dengan satu langkah kecil mereka. Satu lompatan besar itu akan memecah lapisan es yang rapuh. Tetapi satu langkah ketakutan mereka yang bodoh akan membuat retakan kecil yang membuat mundur si bodoh pengecut.

Pertanyaannya sekarang, manakah yang lebih baik? Menjadi pintar dan merusak lebih banyak, menjadi bodoh tetapi pintar?

9 Tanggapan ke “Bangsat”


  1. 1 Xaliber von Reginhild Juli 6, 2008 pukul 12:14 am

    Bukannya kalau bodoh jadi terlalu mindless, sehingga gampang dikendalikan? :? Dan secara teknis mereka yang akan melakukan pengrusakan oleh pengendalian si pintar… bukan?

    Kecuali ‘bodoh’nya bermakna lain…

    Pertanyaannya sekarang, manakah yang lebih baik? Menjadi pintar dan merusak lebih banyak, menjadi bodoh tetapi pintar?

    Ini nih yang bersayap. :? Tidak terikat dengan keilmuan tapi tetap bisa menjaga bumi?

  2. 2 p4ndu_454kura© Juli 10, 2008 pukul 2:56 pm

    Dunia dihancurkan orang pintar, dan orang pintar dikuasai orang-orang kaya beruang.

    Kesimpulan: Orang kaya menghancurkan dunia.

  3. 4 Lemon S. Sile Juli 13, 2008 pukul 6:49 pm

    @pandu:
    Kesimpulannya uang membawa bencana? :D

    @xaliber:
    jangan bawa kata haram itu di sini. gunakan kata yang lain.

  4. 5 Strife Leonhart Juli 17, 2008 pukul 11:52 am

    Bodoh tetapi pintar? Kontradiksi nih.. :)

  5. 6 Lemon S. Sile Juli 17, 2008 pukul 11:54 am

    @Strife:
    hidup ini penuh kontradiksi, temanku… [sksd]
    bayangkan aja apa maksudnya istilah itu. sama seperti amajs kesepian di kota yang ramai kan?

  6. 7 Xaliber von Reginhild Juli 22, 2008 pukul 1:00 am

    Wei, Ratu Adil manipulator komentar nih! :|

    Ya udah, saya pakai sesat pikir aja. :evil:

  7. 8 Kils Dragonerk von Deathlock Agustus 1, 2008 pukul 9:37 pm

    asal masuk

  8. 9 17406008 September 18, 2008 pukul 11:44 am

    betul juga…..

    permisi semua teman2… SILAHKAN KUNJUNGI LINK SAYA…..

    Saya juga menerima pesanan desain grafis, spesialisasi desain layout, corporate identity, ilustrasi vektor, dan autorun multimedia cds…. Portofolio sementara ada di link saya….

    terimakasih… :D


Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.




Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.