Kebanggaan

Apalah arti sebuah nama kebanggaan?

Ya, apa artinya? Jawabannya seperti ini:

Ulama mode: “kebanggaan di mata manusia tidak ada artinya dengan keimanan di mata Allah swt.”

Ksatria negeri timur mode: “kebanggaanku adalah diriku, pedangku, ikat rambutku. aku rela mati demi kebanggaanku.”

Manusia Rendahan mode: “jangan rusak imejku sebagai orang yang keren! aku ini terkenal karena gayaku yang keren tahu!”

Mode saya…

Kebanggaan adalah sebuah kata yang memiliki bentuk dasar “bangga” dengan tambahan awalan ke- dan akhiran -an. Pengertian yang tidak penting memang. Sama tidak pentingnya dengan hal itu sendiri. :|

Terkadang kebanggaan memang terasa penting meski sebenarnya tidak penting sama sekali. Kebanggaan tidak bisa dimakan saat Anda lapar. Kebanggaan tidak memberikan kehangatan saat Anda kedinginan. Malah terkadang kebanggaan membuat Anda sesak kepanasan di tengah lautan manusia.

Lagipula hal apa saja yang dilakukan manusia demi kebanggaan? Menggilas, belajar, mengabdi, apapun itu. Semua demi meraih kebanggaan yang abstrak dengan harapan mendapatkan sesuatu yang konkret. Meurut saya hal ini sangat memusingkan. Kenapa manusia menghabiskan waktunya demi kebanggaan?

Sering terdengar berbagai anekdot tentang berapa tahun kita menghabiskan hidup kita dengan hal-hal yang tak berguna seperti menonton TV, mencari remote, duduk di toilet, duduk di mobil menunggu kemacetan. Menurut kita hal-hal tersebut hanyalah bagian dari keseharian, ya bagian dari keseharian yang tidak terlalu penting. Tetapi justru itu membuat hal-hal itu menjadi bagian dari hidup kita. Kita menang lotere tidak sesering kita duduk di toilet, mudahnya begitu.

Ah, lagi-lagi ngelantur. Jadi kembali ke soal kebanggaan. Apa bedanya kebanggaan dan piala? Sama-sama menjadi simbol ketinggian diri kita. Mungkin bedanya kalau piala bisa dengan mudah diberikan sedangkan kebanggaan tidak semudah itu. Namun waktu yang kita habiskan untuk emndapatkannya, hampir samakah?

Kita berlatih untuk memengkan perlombaan untuk waktu yang lama. Kita menghabiskan hidup kita cukup lama untuk belajar banyak hal agar mendapat kebanggaan sebagai orang yang lebih tinggi derajatnya dari orang lain. Nah, itu dia. Kebanggan muncul ketika kita merasakan diri kita memiliki derajat yang lebih tinggi dari orang lain. Kemudian piala dijadikan simbolisasinya.

Apakah kesombongan dan keangkuhan adalah kebanggaan? Kita selalu membenci segala bentuk keangkuhan dan kesombongan, bahkan mengutuknya. Tetapi bukankah bagi si individu sombong sifat itu adalah kebanggaan baginya. Seolah menjadi makhluk yang egois. Kita bersama-sama seolah menjadi yang paling benar dengan mencap orang sombong tidak memiliki harga diri karena kesombongannya. Kemudian kita menang.

Kita menjadi lebih tinggi dari si sombong itu. Kita bangga pada diri kita yang berhasil menjatuhkan sebuah ‘tiran’. Tanpa menyadari kebanggaan menjadi sebuah kesombongan.

Ah, benar juga. Mungkin ini alasannya kebanggaan menjadi salah satu dari 7 dosa besar. Bukannya menjadikan kesombongan sebagai dosa besar justru kebanggaan yang dijadikan dosa besar. Karena kebanggaan menjadi awal dari sebuah kesombongan dan keangkuhan.

Tetapi sesungguhnya Tuhan menciptakan manusia dengan angkuh. Manusia menciptakan manusia dengan seluruh kesempurnaannya. Menjadikannya makhluk yang paling sempurna di antara sahabat-sahabatnya di bumi. Apakah ini berarti Tuhan tak sepenuhnya baik?
Kesombongan mungkin menjadi salah satu sifat yang konon menjadi hanya milik Tuhan namun dimiliki oleh setiap manusia. Kesombongan karena kebanggaan sebagai makhluk yang sempurna. Kebanggaan karena memiliki hak sebagai khalifah di bumi langsung dari pencipta.

Sehingga akhir kata, apakah arti sebuah kebanggaan?

Apakah manusia memiliki kebanggaan sebagai manusia?

*tengoklah bagaimana manusia sekarang ini.

5 Tanggapan ke “Kebanggaan”


  1. 1 p4ndu_454kura© Juli 10, 2008 pukul 2:46 pm

    *Yu-Gi-Oh mode=”on”*

    Pedang di tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Itulah kebanggaan seorang duelist.

    Kebanggaan memang merupakan hal yang abstrak.
    Kita tidak bisa melihatnya, hanya merasakannya.
    Seperti semerbak bunga
    di padang gersang bernama ambisi,
    yang terus menghiasi padang itu
    hingga iblis bernama kesombongan mengambil alih.
    *kok jadi berpuisi?* :roll:

    Yah, yang jelas kebanggaan adalah hal yang ada dalam hati dan biasanya datang bersama malaikat yang bernama kesuksesan. ;)
    *nyetel Romancing Train*
    *nyanyi*

  2. 2 Lemon S. Sile Juli 13, 2008 pukul 6:52 pm

    Anda duelist?

    Rasa-rasanya…semakin hari saya semakin mendekati sebuah padang rumput bernama ataraxia… :-?
    Apa pentingnya kebanggan untuk manusia yang bukan apa-apa?

  3. 3 Xaliber von Reginhild Juli 14, 2008 pukul 2:24 pm

    Bukan hanya kebanggan, kadang pengetahuan juga menciptakan manusia yang lebih angkuh. :? Seperti… person who-pretend-to-know-it-all, lecturing people everyday as if he was a lecturer. :P

    Kebanggaan yang benar adalah keangkuhan yang bisa diselimuti kulit, terbungkus dan bergerak dalam darah. :mrgreen:
    *sok bersayap*

  4. 4 cojones November 23, 2008 pukul 8:31 pm

    *lirik trofi waktu SD*

    *bengong*

    (in my mind) buat apa??


  1. 1 Jahat « Malaikat Realitas Lacak balik pada Juli 14, 2008 pukul 1:48 pm

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.




Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.