Jahat

Rasa-rasanya…semakin hari saya semakin mendekati padang rumput bernama ataraxia. Saya tahu mungkin itu semacam kesalahan di mata Anda. Semacam langkah salah menuju neraka menghancurkan diri sendiri. Saya juga tahu apa yang saya senangi belum tentu baik untuk saya. Tetapi juga belum tentu baik untuk Anda. Maka wajar saja seringkali Anda tidak menyukai apa-apa yang ada di otak saya, di ucapan saya, atau apapun. Hanya karena tidak menyukainya dan menganggap salah perkataan itu, mudah untuk tidak menyukainya. Akan tetapi saya bisa berbalik demikian. Saya tidak menyukai segala yang Anda katakan.
Saya jahat. Memang saya ini manusia rendah yang jahat. Saya bukan apa-apa. Saya hanya manusia yang kotor yang terbuat dari setetes air kotor yang keluar dari tempat yang hina. Sehingga saya tak punya kehendak apapun untuk sesuatu yang indah. Karena saya hanya seorang yang hina. Seekor babi tidak pernah diberikan kandang yang penuh dengan wewangian karena mereka menyukai kubangan. Maka apa bedanya saya yang seperti itu? Sehingga saya ini makhluk jahat yang kotor dan rendah. Dan saya tidak menyukai apa yang Anda katakan.

Pada saat manusia menjadi makhluk yang sempurna, makhluk yang berakal juga berkehendak. Manusia mencapai titik manusianya. Mereka bekerja–dengan tubuh kotornya–kemudian makan–dengan tangan kotornya–dan hidup merajai bumi. Mereka berkehendak dan bernafsu, mereka memiliki hasrat unik mengenai kebanggaan, mereka senang bersaing. Kemudian mereka bersaing menjadi yang lebih baik satu sama lain, mereka ingin menjadi yang terbaik, mereka ingin menjadi pemimpin.

Manusia melahirkan persaingan. Mereka berlomba menjadi pemimpin yang terhebat. Mereka belajar membunuh dan ketika mereka ‘menang‘ atas lawannya, mereka menjadi lebih hebat. Kemudian apa yag akan terjadi ketika manusia menghilangkan kehendaknya? Manusia meninggalkan apa yang seharusnya menjadi haknya untuk hidup di bumi? Mereka meninggalkan keinginan mereka, menjadi hampa, menjadi makhluk yang kosong dan tenang. Mereka tidak lagi bersaing, tidak lagi bekerja, tidak lagi melakukan apapun selain makan dan berkembang biak. Mereka menjadi makhluk yang tenang dan mulia tanpa dosa. Manusia menyukai manusia lain yang tenang dan mulia. Manusia menyukai segala sesuatu yang baik, yang murni. Bagaimana dengan seorang yang tenang tadi?

Manusia adalah makhluk yang jahat dan munafik. Mereka menyukai yang baik dan mulia. Mereka menghargai seorang yang hampa tadi sebagai orang bijak. Tetapi mereka mengeksploitasinya. Mereka tetap mencari dunia, mereka tetap menyukai ambisi dan persaingan. Manusia yang jahat, yang tak akan pernah tenang.

Grimoire of Insanity: part TWELVE


merasa familiar? coba lihat link ini.

5 Tanggapan ke “Jahat”


  1. 3 fre ga login Juli 15, 2008 pukul 10:03 am

    Me–Membingungkan, ya.

    Saya kurang ngerti baca ginian *ditendang*

    Dan jangan ngomong, “Pergi lu jauh2″ ke saya, karena Anda yang kasih link ini dan meminta saya untuk membacanya :D

  2. 4 yumari September 16, 2008 pukul 12:59 pm

    pergi luh dekat2

  3. 5 prihatin liat kamu. Oktober 6, 2008 pukul 1:16 pm

    annas, saya sedih melihat sedikit curahan hati kamu..
    jujur nas, saya nangis…
    saya nangis…
    saya nangis….
    saya engga pengen hidup kaya kamu…
    demi Allah saya ga mau hidup kaya kamu annas….
    hidup yang….teramat sangat gersang….
    hidup dalam kematian….
    tanpa cinta…Tuhan…dan keikhlasan…
    hanya kesombongan yang meruntuhkan……..
    Ya Allah Ya Rabbi Zat Yang Maha Mengampuni ampunilah dosa dosaku…
    cintailah aku Ya Allah dengan membasahi hati ini dengan cinta…
    cinta kepadamu Ya allah…cinta pada dunia dan akhirat….
    Wahai Zat Maha Pengasih dan Maha Penyayang…
    janganlah engkau berikan diriku siksa dan azab yang berat buatku…
    Ya Allah…
    tolong berikanlah petunjuk dan hidayah pada setiap hambaMU yang kehilangan arah…yang melakukan kesalahan…yang belum ikhlas menjalani hidup ini…dan hambaMu yang menyangsikan adanya cintaMu di setiap detik dan nafas…Ya Allah…ampuni aku….Tunjukkan dan tuntunlah aku Ya Allah…untuk menjadi makhluk yang tidak sia2 Engkau tiupkan ruh pada raga ini…
    Aku ingin bahagia bersamaMu Ya Allah setiap waktu, sepanjang hidup, dan setelah mati……. AAmiiin….
    Semoga Allah juga memberikan petunjuk pada kamu Annas..memberi petunjuk kalau Allah selalu menyayangi hambaNya apapun dan bagaimanapun dia…apapun ia dan bagaimanapun ia…..apapun ia dan bagaimanapun ia….
    annas, semoga airmata yang saya teteskan sekarang akan membuat hidup saya berubah lebih baik..dengan belajar mencintai.. Aamiin. jika kau mau, sayapun akan berbagi doa itu buat kamu juga. jika kau mau annas.


Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.




Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.