Arsip untuk Kategori 'Curhat!'

Cinta

[Kupipes dari Catatan di Facebook, saya]
Bunga di Depan Rumah

Bunga di Depan Rumah

Sewaktu teman saya menulis ini akhir tahun lalu. Saya tidak merasakan adanya manfaat, ketertarikan, bahkan juga kepahaman dalam membaca ulasannya mengenai cinta. Walau tetap saya akui ulasannya itu menarik kala itu. Mendapati ulasan tentang cinta yang tidak menye-menye, menggunakan istilah-istilah yang tegas dan tidak mengambang seperti puisi membuat saya menghargai ulasan itu sebagai salah satu tulisan yang menarik. Tapi tetap saja saat itu saya membacanya saya belum mendapati manfaat yang turun ke hati. Seolah segala yang saya baca dari ulasan itu hanya tertahan di kulit kepala dan tidak berhasil menembus ke dalam hati.

Katarsis atau curcol? You decide..

Tawon

Beberapa hari yang lalu saya menyumbang sebuah tulisan di politikana. Bukan tulisan yang berguna, apalagi berkelas seperti artikel-artikel lain buahan para sesepuh di sana. Bukan sebuah artikel yang saya tulis melainkan sebuah cerita. Cerita singkat yang lebih didominasi oleh dialog antar tokoh, di mana saya sebut dialog tersebut adalah dialog di luar akal nalar.

Cerita yang saya tulis tersebut sebenarnya adalah sebuah simbolisasi. Simbolisasi mengenai sudut pandang saya terhadap benturan antara, sebutlah, kaum kontemporer/moderat dengan fundamentalis. Ya, saya berbicara ini mengenai benturan yang juga sempat panas di situs tersebut mengenai khilafah melawan demokrasi. Saya bukan seorang yang sanggup berargumen kuat, saya masih muda dan tak pantas berdebat banyak. Tetapi entah kenapa saya akhirnya justru menuangkan pandangan saya dalama bentuk simbolisasi berupa cerita pendek tersebut.

Berikut di blog ini saya ingin membahas simbolisasi yang saya gunakan dalam cerita singkat tersebut.

Lanjut baca

10 Hal yang Paling Saya Benci dari Diri Saya

Ini entri katarsis, curhat, atau apapun terserah mau disebut apa. Blog ini rasanya makin tidak penting dan tidak terurus saja..

Tadinya saya sudah menyiapkan sesuatu tapi rupanya saya undur saja. Sebagai gantinya adalah entri tidak penting ini. Cukup basa-basi dan inilah 10 hal itu :| dimulai dari yang paling mending sampai yang paling dibenci..

10. Tangan dan kaki berbulu
9. Buta ekonomi
8. Pemalas
7. Pendek
6. Emosional
5. Anti-sosial*
4. Gangguan verbal**
3. Terkutuk***
2. “Ikatan sedari lahir”
1. Cepat tanggap****

Ket:
*Dalam artian sering tidak menyukai kegiatan sosial.
**Mengganggu, SANGAT mengganggu meski saya tahu ini adalah sebuah PEMBERIAN.
***Masih berupa prasangka.
****Relatif, kebanyakan orang terdekat yang bilang tapi ini saya sangat benci, benar-benar benci.

Action!

As the title goes…this is just another pointless rants.

Don’nt take it too seriously. Just yesterday I watched this movie “Doomsday”, a British flicks. I think I prefer British flick more than the Hollywood one lately. Ah, okay just a short rambling about the film.

A few days back before I watch the movie I ended up with this funny xkcd webcomic. [Check it] (Save Haven from Velociraptors!)

…and yes Summer Glau is great but I think this film ‘Doomsday’ answers the comic best for an actual flick. :lol:

The thing I disappointed with the movie is, for a post-apocalyptic movie it’s just too much pointless action and gore. But I didn’t say the movie is that bad, average score I would say. I mean the best part for post-apocalyptic movies is the story, the science, and the survival. The movie got an average score for action (so much action and violence) but it turned down the science and story.

If you want to check it out just make sure you’re okay with action and violence. If not maybe you sholdn’t watch it, as for a recommendation…Up to you.

p.s. taking a break from the WIP entry about Election..just way too confusing even without those nightmares. – -a

Diproteksi: Buset

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Libur

*misuh-misuh*

Hiatus dulu deh…

5 Alasan

Mimpi

Berita terkini?

Hmm, belakangan ini saya dihantui mimpi aneh terus. Padahal saya ini terhitung orang yang jarang bermimpi saat tidur. Tapi 2 malam ini saya mendapati 4 mimpi aneh. Mimpinya apalagi…berhubungan dengan kejadian yang sedang berlangsung dengan saya belakangan ini.

Penasaran? Silakan lanjut.

Astaghfirullah…

Tobat, Nas?

Enggak. Itu sih masih seribu tahun lagi *ditendang*

Ah, baiklah. Saya memang masih belum siap untuk tobat. Saya tidak bermaksud memancing keributan dengan judul yang terkesan religius seperti di atas. Judul di atas itu adalah ucapan yang terlontar di dari mulut hati saya ketika saya melihat sesuatu yang…bener deh, ampun…

Tahu kisah terbaru tentang kartun Nabi Muhammad kan? Saya dapat beritanya dari milis ITB, penasaran saya bukalah. Maka komentar saya Astaghfirullah…

Sekian dulu, besok mungkin baru akan saya perbarui entri ini, kalau bisa saya cantumkan komentar lengkap saya tentang kartun itu. Permisi…

p.s. Apakah Pemerintah RI bakal memblokir Worpress gara-gara kejadian ini seperti ketika film FITNA beredar di Youtube? :-?

Update

Percikan

Tanpa awal dan akhir, agama akan tersesat.
Tapi siapalah yang tidak tersesat. Ketika kita tidak tahu dari mana harus bermula dan di mana kita harus berhenti.

Lanjutkan membaca ‘Percikan’

Mahasiswa

PERHATIAN: Baca ini dengan kepala dingin.

Baru beberapa jam berlalu. Beberapa jam yang lalu Sumpah Pemuda genap berusia 80 tahun. Judulnya Sumpah Pemuda memang berkaitan erat dengan pemuda. Saya rasa saya bisa mengingat ruang kelas SD saya yang di temboknya menggantung salinan teks Sumpah Pemuda yang dihiasi alakadarnya. Hanya saja sejak SMP saya tidak pernah menemukan teks itu lagi di dinding ruang kelas. Bahkan mungkin akan aneh kalau saya menanyakan kenapa tidak ada teks itu di ruang kelas saya di kampus. Padahal pemuda itu bukan anak-anak ingusan yang masih pakai celana/rok merah kan?

Baiklah intro yang terkesan nostalgia. Bicara SP (Sumpah Pemuda) di zaman sekarang saya selalu terbayang mahasiswa. Kita buat singkat saja, meskipun kondisi mahasiswa di zaman SP itu jelas beda dengan mahasiswa sekarang. Kita pasang mindset untuk mahasiswa zaman sekarang. Saya ingin ngomongin mahasiswa zaman sekarang…psst…this would rather be sarcastic or satire…so get a hang of it.

Jangan anggap saya mahasiswa atau pihak tertentu. Anggap saja saya orang luar yang bukan siapa-siapa dan sedang melihat dari luar.

Jujur kalau saya mendengar kata mahasiswa saya lantas terbayang beberapa hal. Salah satunya adalah demonstrasi. Mungkin ini adalah sebuah mindset yang tercipta akibat kejadian ‘98, di mana saat itu kita ingat mahasiswa berhasil ‘menjatuhkan’ sebuah tirani. Mengenang kembali masa ‘60an yang hanya saya ketahui dari buku-buku sejarah. Lama kelamaan sejak saat itu demonstrasi seolah menjadi tren bagi khalayak, tak terkecuali mahasiswa. Ada sedikit ketakcocokan, demo. Ada sedikit kecurigaan, demo. Memang bukan hanya mahasiswa yang demo, tapi yah terkadang mereka masih ikutan juga, demi almamater mereka.

Hmm, sebenarnya tugasnya mahasiswa itu apa sih? Mahasiswa itu siapa sih?

Well, to put it simple…I would like to share my opinion

nginggris dikit.

Lanjutkan membaca ‘Mahasiswa’

Halaman Berikutnya »


Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.