Arsip untuk Kategori 'Kata Berkata'

Penulis Terhebat di Alam Jagad Raya adalah Bukan Penulis

Siapakah penulis paling hebat dalam jagad raya ini? Tuhan.

Karena hidup ini bukan cerita tetapi Ia dapat menulis sebuah cerita yang tidak seperti cerita. Ia menulis dengan ketidaktahuan dan pengetahuan. Ia menciptakan kewajaran dalam misteri tanpa kebetulan.

Ia menciptakan karakter yang begitu hidup. Watak yang beragam dan saling melengkapi, berpasang-pasangan, berkaitan dalam plot yang luas namun terjangkau dalam satu setting. Setiap karakter mendapat bagiannya masing-masing dengan adil. Mendapatkan apa yang didapatkan karakter lain kendati tidak melulu sama hingga menciptakan plot yang hambar.

Alur berjalan dengan tegas, jelas, dan lembut. Tak pernah dalam kisah kehidupan ini alur akan melompat-lompat tak karuan. Deskripsi tiap adegan akan jelas, bergilir dengan rapi sampai-sampai kita tidak mengetahui transisinya.

Apakah kita tidak tahu karena kita adalah karakter yang diciptakan?
Apakah Tuhan benar penulis terhebat dalam jagad raya ini?

Apakah penulis terhebat itu yang bisa membuat cerita menjadi luar biasa atau menjadikannya biasa saja? Apakah dunia yang dituliskan penulis terhebat ini adalah sesuatu yang luar biasa atau sesuatu yang biasa, adakah yang tahu? Bila memang luar biasa apakah penulis itu benar-benar hebat sampai Ia bisa membunuh karakternya dengan keluarbiasaannya itu? ..dan bila memang biasa apakah Ia benar-benar penulis yang luar biasa?

Lanjutkan membaca ‘Penulis Terhebat di Alam Jagad Raya adalah Bukan Penulis’

Kematian

Puisi untuk orang yang akan mati malam ini.

Lanjutkan membaca ‘Kematian’

Zenobia

Pertama: JUDUL ENTRI INI “BUKAN” NAMA ORANG.

Kedua: INI ENTRI TENTANG PUISI LAGI KARENA ENTAH KENAPA SAYA JADI SUKA BERPUISI LAGI.

Ketiga: SILAKAN NIKMATI…tapi tahu diri :lol:

Untuk Kamu yang ada di atas

bagaimana kabar di atas
apakah angin yang bertiup sama
bagaimana guncangan terasa
seberapa menyenangkan di sana

maukah kau untuk turun dan lihat
sebuah taman yang urung kubuat
karena kau tak jelas minat
harus kutanamkan apa di darat
apakah air samudera harus kusiram di sini
kemudian haruskah kutebarkan biji surga

maukah kau turun dan lihat
sebuah lukisan yang tak kunjung usai
sebab tak ada yang dapat kugambar
di atas tanah pekat yang hanya hama menebar
perlukah kucari tinta pelangi
agar kau mau turun dan bisa kugambar rambut emasmu

maukah kau turun dan lihat
sebuah gaun yang tak bisa juga kumulai
karena aku kehilangan ukuran yang tak pernah kutahu
karena tidak ada yang bisa ku ukur selain keledai
apa aku harus merayumu dengan benang emas
agar kau rasa sepadan dengan tubuh indahmu

haruskah aku naik dan datang
agar dapat kutarik engkau ke bawah
membantuku menyelesaikan taman
agar dapat kulukis wajah indahmu
sehingga dapat selesai gaun untukmu
walau harus kupatahkan kedua kakiku
lebih baik tidak usah!
pergilah kau!
aku terlalu lelah menunggu hujan untuk tamanku
kanvasku sudah terlanjur lapuk dimakan usia
benang-benangku sudah terbang entah ke mana
lebih baik aku pergi
dari pada suaraku hilang memanggilmu yang tak kunjung turun

Annas A. Azis (c)26 Juli 2008

Untuk kali ini coba tafsirkan sendiri. Mungkin terkesan melankolis dan memang awalnya begitu maksudnya. Tapi setelah saya pikir rasanya cukup universal juga. Awalnya puisi ini mau saya beri judul, “Surat untuk penduduk Zenobia”. Bagi yang penasaran apa itu Zenobia bisa buka di wikipedia. Itu adalah nama yang ada di sebuah buku, nama kota. Deskripsi kotanya…siapa tahu ada yang tahu. Coba lain kali deh saya kasih tahu. Tapi menurut saya puisi ini dalam beberapa konteks cocok dikirimkan untuk penduduk Zenobia. ;)

Bukunya bagus karena isinya enggak jelas tapi bagus untuk dijadikan inspirasi.

YMK

Setelah beberapa minggu bergulat dengan pensil dan susah payah menggambar di atas kertas putih yang tak bersalah. Akhirnya setelah berhasil dengan sukses membuat kertas putih itu menjadi penuh dosa dengan gambar saya yang seperti gambar Picasso lagi keselek biji duren, saya tersambar petir. Bukan dalam arti harfiah, maksudnya saya mendapat semacam ‘pencerahan’.

Pikir saya, “dari pada capek2 gambar tidak selesai-selesai lebih baik berpuisi saja”. Jadilah begitu. Saya coba-coba bikin puisi lagi. Entah mengapa saya jadi heran kok puisi saya jadi blasphemy setelah biasanya melankolis cinta melulu. -_-

entah mengapa gambar ini mengingatkan saya pada istilah Y2K

Lanjutkan membaca ‘YMK’

FSRD!

Satu kata,

SIALAN!!!

Gajah Duduk

apa salah saya?

Lanjutkan membaca ‘FSRD!’

Judul gambarnya [If Only...]

 

Seandainya…

Dunia ini damai tanpa konflik.

Dunia ini indah tanpa polusi.

Dunia ini tenang tanpa kesulitan.

Apakah dunia ini akan kuat dan utuh?

Seandainya aku seorang … apakah aku akan seperti aku sekarang? [gambar]

Uwang

Tidak, saya tidak salah tulis…

isinya saya tambahkan, lho…

Puisi main-main.

Diproteksi: Puisi untuk Ibu

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


First Entry in English?

Good night everybody… As you already read from the title. This’ll be my first entry in English.

Arvie: Are you okay? Is something wrong with your head?
Me: I’m okay. And my head is fine…

So what’s on earth is going on? Is this idea just popped out of the blue?
Well actually because my English teacher the whole class to improve our writings. It’s not an essential order but since I already have the media (this blog) why don’t I give it a try?

And so I realize that my grammar is really…really baad….

So what am I gonna talk about? It’s the first English based entry and I don’t have anything to talk.

Think…think…

Ah right! Talk about my new name then…

Lanjutkan membaca ‘First Entry in English?’

Puisi dadakan

Aku Ingin Berkata Jujur

 

Bolehkah aku jujur

Aku ingin berbicara denganmu

Aku ingin bercerita kepadamu

Tertawa bersamamu

Tersenyum bersamamu

Bersenandung bersamamu

 

Duduk di sebelahmu

Di atap berbatas bintang

Membiarkan malam berlalu

Lalu menemanimu tidur

Di sisi ranjang tempat kau bermimpi

Tanpa kutahu mimpimu

Fajar menyingsing

 

Aku meninggalkan pesan di atas selimutmu

Sementara aku menuju stasiun

Kau membaca pesanku,

“Aku ingin berkata jujur…”

 

Lanjutkan membaca ‘Puisi dadakan’

Halaman Berikutnya »


Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.