Arsip untuk Kategori 'Sureal'

Penulis Terhebat di Alam Jagad Raya adalah Bukan Penulis

Siapakah penulis paling hebat dalam jagad raya ini? Tuhan.

Karena hidup ini bukan cerita tetapi Ia dapat menulis sebuah cerita yang tidak seperti cerita. Ia menulis dengan ketidaktahuan dan pengetahuan. Ia menciptakan kewajaran dalam misteri tanpa kebetulan.

Ia menciptakan karakter yang begitu hidup. Watak yang beragam dan saling melengkapi, berpasang-pasangan, berkaitan dalam plot yang luas namun terjangkau dalam satu setting. Setiap karakter mendapat bagiannya masing-masing dengan adil. Mendapatkan apa yang didapatkan karakter lain kendati tidak melulu sama hingga menciptakan plot yang hambar.

Alur berjalan dengan tegas, jelas, dan lembut. Tak pernah dalam kisah kehidupan ini alur akan melompat-lompat tak karuan. Deskripsi tiap adegan akan jelas, bergilir dengan rapi sampai-sampai kita tidak mengetahui transisinya.

Apakah kita tidak tahu karena kita adalah karakter yang diciptakan?
Apakah Tuhan benar penulis terhebat dalam jagad raya ini?

Apakah penulis terhebat itu yang bisa membuat cerita menjadi luar biasa atau menjadikannya biasa saja? Apakah dunia yang dituliskan penulis terhebat ini adalah sesuatu yang luar biasa atau sesuatu yang biasa, adakah yang tahu? Bila memang luar biasa apakah penulis itu benar-benar hebat sampai Ia bisa membunuh karakternya dengan keluarbiasaannya itu? ..dan bila memang biasa apakah Ia benar-benar penulis yang luar biasa?

Lanjutkan membaca ‘Penulis Terhebat di Alam Jagad Raya adalah Bukan Penulis’

Tawon

Beberapa hari yang lalu saya menyumbang sebuah tulisan di politikana. Bukan tulisan yang berguna, apalagi berkelas seperti artikel-artikel lain buahan para sesepuh di sana. Bukan sebuah artikel yang saya tulis melainkan sebuah cerita. Cerita singkat yang lebih didominasi oleh dialog antar tokoh, di mana saya sebut dialog tersebut adalah dialog di luar akal nalar.

Cerita yang saya tulis tersebut sebenarnya adalah sebuah simbolisasi. Simbolisasi mengenai sudut pandang saya terhadap benturan antara, sebutlah, kaum kontemporer/moderat dengan fundamentalis. Ya, saya berbicara ini mengenai benturan yang juga sempat panas di situs tersebut mengenai khilafah melawan demokrasi. Saya bukan seorang yang sanggup berargumen kuat, saya masih muda dan tak pantas berdebat banyak. Tetapi entah kenapa saya akhirnya justru menuangkan pandangan saya dalama bentuk simbolisasi berupa cerita pendek tersebut.

Berikut di blog ini saya ingin membahas simbolisasi yang saya gunakan dalam cerita singkat tersebut.

Lanjut baca

Ah!

Lagi pusing.

Terlalu banyak pikiran. Memikirkan mau pergi ke mana setelah lari dari rumah. Mencari cara agar orang bisa mengerti dan orang bisa melihat saya apa adanya. Bisa membuat semuanya berubah.

Assassin’s Wisdom (The Court of Ivalice?)

 

This is a short story of a long night. A night where magic fills the spaces of reality, where the world splits between the real world and the spiritual world. This story will neither change the face of the world nor reverse the flow of history. But the story it tells the wisdom of both a murderer and an assassin.

 

“The mission is no longer on held” said the blind-folded man.

 

“I’m no longer surprised then. Stand before me the most wanted man on city. The man claimed to attempt murder on more than 50 lives of both commoners, criminals, and even aristocrat,” said the man up ahead the stacks of a box. Below him the blind-folded man bow to him.

 

“This night is no longer up held. I’ve my personal matter right away.” said the blind-folded man calmly as he pull up his pistol held underneath his jade cloak. As the silent night goes, sound of a shot breaks into the silence. Thus the night is no longer silent night.

 

Lanjut baca? Hayuk lah…!

Haruskah?

 UPDATED

yggdrasil2.jpg

 

Ketika dibingungkan oleh peraturan duniawi haruskah kita dibuat bingung karenanya?

Ketika keinginan riuh menimpa kemampuan kita haruskah kita tertimpa karenanya?

Ketika sendiri haruskah kita membuat ramai sekitar kita?

Ketika dunia berputar haruskah kita ikut berputar?

Sebuah tinjauan kosong seorang calon filsuf.

Komik edisi 2

ng? Bukan salah aplot tapi karena memang itu judulnya. (tidak bisa menemukan judul yang pantas)

Yah, pokoknya nikmati saja lah… Terinspirasi dari inspirasi nyata.

sekitar 154 Kb,

Anda sudah diperingatkan…

Origami Bab 2: Kertas

Hmm, entah kenapa saya merasa sangat bahagia ketika menyelesaikan bab dua ini. Padahal sih biasa saja tapi entah kenapa senang saja bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditunda.

Yap, jadi sesuai judul ini adalah lanjutan dari cerbung yang dulu pernah saya sebutkan. Seputar preview bab 2 menurut saya memiliki setting yang lebih sedikit ketimbang bab 1. Juga bersifat atau beralur kilas balik. Setting waktunya mungkin beberapa jam setelah akhir bab 1, masih di hari yang sama. Tetapi seperti yang sudah saya bilang, ini kilas balik. Jadi mungkin tidak terlalu banyak yang berhubungan dengan bab 1.

Sekedar pengingat: Bab 1

Lanjutkan membaca ‘Origami Bab 2: Kertas’

Utopia

Arvie: Hei, apa kau tidak tahu sekarang sedang UAS?? UAS!!
Saia: Memang kenapa?

Hmm, baiklah sekarang memang sedang UAS. Tapi mungkin saya memang sangat gila untuk online sekarang (kebetulan besok kimia). Tapi untung saja materi kimia untuk UAS nanti pagi hanya koloid, 99% hafalan hanya perlu baca. :mrgreen: Tidak perlu menjadi gila seperti saat ulangan matematika kemarin.

Hari ini saya punya cerita. Sebenarnya sih idenya sudah muncul semenjak kelas satu SMA dengan kata lain tahun lalu. Tapi baru bisa saya realisasikan hari Minggu kemarin dan baru selesai hari Senin kemarin.
Berikut ceritanya…

Lanjutkan membaca ‘Utopia’

Origami Bab 1: Arvie

Seperti yang dibaca di judul. Kali ini adalah sebuah cerita (bersambung).
Dan awalnya tentu saja Bab 1 terlebih dahulu.

Seputar Prolog:
Inti cerbung ini jatuh pada Rey. Seorang siswa kelas XI jurusan Ilmu Alam di sebuah sekolah swasta di Jakarta.
Akan menceritakan kisah roman Rey yang mungkin aneh. Sepertinya hanya sampai sini prolognya. Selebihnya dapat dibaca.

“Sebelum itu mohon maaf kalau tulisannya berantakan. Dikarenakan kemampuan penulis yang masih terbatas dalam penegelolaan blog. Maka dari itu sangat diharapkan bantuan dari yang mengerti. Terima kasih”

Lanjutkan membaca ‘Origami Bab 1: Arvie’


Short Description [ENG]

Writer with eccentric way of thinking.
Always have a thought that this world is no more than a fake play.
Officially a college student,
.
.
.
unofficially a writer.

My Friendster Profile
deviantART page
Plurking Plurker
I'm on Twitter!

Sedang mengutip…

"Nothingness means there's absolutely nothing, so maybe there's no need to understand it or imagine it."

Quoted from from After Dark.